Loading...

Gradiasi Warna Dan Penerapannya Dalam Bahasa Sunda

Gradiasi Warna Dan Penerapannya Dalam Bahasa Sunda - Untuk menggambarkan gradasi warna kata warna (KW) dapat digabungkan dengan posposisi, preposisi atau modalitas, diantara sebagi berikut ;
Gradiasi Warna Dan Penerapannya Dalam Bahasa Sunda

‘kolot’ tua, (beureum kolot, merah tua)
‘ngora, muda (‘hejo ngora’ hijau muda ) kecuali untuk hitam tidak ada * hideung ngora , hitam muda’
Saulas ‘agak’ (‘beureum saulas’ agak merah)
‘Pisan’ sangat (hideung pisan ‘sangat hitam)
‘Naker’ sangat (‘bodas naker’ sangat putih)
‘Rada ‘ agak (‘rada hejo’ agak hijau)
‘Kudu’ harus (‘kudu koneng’ harus kuning)
‘Henteu’ tidak (‘henteu hideung’ tidak hitam
‘Rada leuwih’ agak lebih ( ‘rada leuwih bodas’ agak lebih putih)

Susunan Warna atau warna tersier yaitu warna pokok yang di kombinasikan dengan lingkungan alam sekitar.

1) Nada warna ke arah merah atau kemerahan dan kuning :
Beureum
beureum cabe
beureum ati
kasumba
kayas
gedang asak
gading
koneng
koneng enay

2) Nada warna ke arah biru atau kebiruan dan hijau :

hejo
hejo pucuk daun
hejo lukut
hejo ngagedod
hejo paul
gandaria
gandola
bulao saheab
pulas haseup
bulao

3) Nada warna yang tidak termasuk ke dalam dua kelompok terdahulu :
bodas
hideung
borontok
coklat kopi atau pulas kopi, kopi tutung
candra mawat
bulu hiris
bulu oa : dawuk, hawuk, kulawu, pulas lebu
Advertisement
Gradiasi Warna Dan Penerapannya Dalam Bahasa Sunda
Loading...