Rarangken Tengah ar dan al Dalam Bahasa Sunda Beserta Contohnya

Mengenal Rarangken Tengah " ar dan al " Dalam Bahasa Sunda - Jika dalam bahasa nasional kita mengenal Imbuhan maka dalam bahasa sunda imbuhan tersebut disebut dengan kata " Rarangken " tidak jauh berbeda dengan imbuhan dalam bahasa indonesia, Sebuah kata yang sudah diberi rarangken disebut dengan Rundayan.

Rarangken dalam bahasa sunda cukup banyak, namun pada postingan kali ini admin belajar bahasa sunda lebih fokus pada pembahasan Rarangken tengah "ar" dimana rarangken tengah yang satu ini cukup banyak digunakan dalam percakapan bahasa sunda sehari-hari.

Rarangken Tengah ar ,Contoh Kalimat Serta Pembahasannya

Sebuah kata yang diberi rarangken ar, ini mengartikan Jamak/ Banyak. Misalnya :
Kata Budak diberi rarangken tengah ar menjadi Barudak
kata Budak bisa diartikan 1 Anak sedangkan Barudak bisa diartikan Banyak anak/ anak lebih dari satu.

Berikut ini adalah beberapa rundayan dengan rarangken tengah ar :

  1. Barengong = Bengong + ar >>> Melongo/Melamun
    Contoh : Jaka jeung Ima barengong waktu asup ka rohangan
    (Jaka dan Ima pada melongo ketika masuk ke ruangan)
  2. Bariru   = Biru + ar >>> Biru-biru
    Contoh : Awak Jaka bariru kulantaran murag tina tangkal jambu
    (Badan Jaka pada biru sebab jatuh dari pohon jambu)
  3. Arateul =  Ateul+ Ar >>> Gatal
    Contoh : Adi boga panyakit Arateul
    (Adi punya penyakit gatal-gatal)
  4. Barared = Bared + Ar >>> Baret/lecet
    Contoh : Suku Ani barared gara-gara labuh tina motor
    ( Kaki Ani pada lecet sebab jatuh dari motor)
  5. Tararik = Tarik + ar >>> Kenceng
    Contoh : Ulah tararik teuing mawa motor teh bisi labuh
    ( Jangan kenceng-kenceng bawa motornya nanti jatuh)
Selain itu Rarangken tengah "ar" ini kadang bisa berubah menjadi "al" namun tetap memiliki makna yang sama yaitu memiliki makna jamak

Berikut contoh rarangken tengah " al"
  1. Baladeur = Badeur + al => Nakal
    Contoh : Matak Ari jadi budak sakola ulah baladeur
    (makanya jadi anak sekolah itu jangan pada nakal)
  2. Laluncat = Luncat + al => Lompat
    Contoh : Barudak laluncat kana walungan
    (Anak-anak pada lompat ke sungai)
  3. Lalieur = Lieur + al => Pusing
    Contoh : Jaka mah lalieur sirah
    (Jaka sedang pusing kepala)
Advertisement
Rarangken Tengah ar dan al Dalam Bahasa Sunda Beserta Contohnya
Loading...